Rem Cakram Motor Mulai Kurang pakem, Coba Cek Bagian Ini

Service mobil panggilan surabaya,  Surabaya – Motor-motor keluaran baru hampir seluruhnya memakai rem cakram untuk mengurangi laju atau kecepatan. Ada yang cuma di roda depan atau bahkan mengaplikasikan double disc brake atau rem cakram di kedua roda. Rem cakram motor terkenal pakem dan minim perawatan, tapi bagaimana bila tiba-tiba rem tersebut terasa kurang pakem?Penyebab rem cakram motor bisa kurang menggigit sebenarnya tidak banyak. Bisa dari kualitas kampas yang menurun atau habis, dan bisa juga dari sistem hidrolik yang bermasalah. Cara ini bisa Carmudian cari tahu sendiri tanpa harus pergi ke bengkel.
Menurut Muhamad Haris, sebagai kepala bengkel Aris Jaya Motor, pemeriksaan awal rem cakram bisa dengan visual atau melihat kondisi kampas rem. Apabila celah-celah di kampas rem sudah tidak terlihat di salah satu sisinya menandakan kampas sudah habis. Tapi bila masih tebal, penyebabnya bisa karena ‘masuk angin’ atau usia kampas sudah ‘kadaluarsa’.
“Rem cakram itu pengecekannya bisa diintip, atau dicongkel sedikit untuk lihat gotnya. Kadang ada kasus kampas rem masih tebal tapi sudah tidak ngegigit kalau dipakai jalan jauh. Itu penyebabnya dari kampas yang sudah kelamaan dipakai tapi tidak banyak terkikis, jadinya kampas kaku karena tidak ada pori-pori akibat terkena panas terus menerus,”tutur pria dengan sapaan Om Aris ini dengan ramah.
Aris menjelaskan bila kampas kadaluarsa ini bila saat sudah panas maka tidak mampu menggigit piringan cakram dengan optimal. Biasanya, kondisi ini terjadi bila usia kampas rem lebih dari setahun pemakaian atau menempuh jarak di atas 12 ribu kilometer.
Substitusi Kampas Rem Cakram Motor
Ia menyarankan bila pemilik motor sebaiknya mengganti kampas rem bila mengalami gejala ini setelah setahun penggantian.
“Kampas original malah bisa kejadian seperti ini, biasanya kampas belakang motor bebek Honda yang versi cakram seperti Supra X 125. Bahannya yang kurang empuk malah bisa bikin piringan cakram terkikis kalau dibiarkan. Kalau untuk harian, saya malah menyarankan pakai OEM atau KW1 sekalian karena memang pakem sekalipun kampasnya lebih cepat habis. Untuk ‘joki’ yang doyan ngebut atau jalan jarak jauh saya sarankan ganti pakai punya Suzuki Satria F karbu yang bentuknya sama persis, lebih awet dan pakem,” jelasnya.
Ia sudah membuktikan, bila kampas dari motor bebek ayam jago ini tetap mengigit piringan secara optimal sekalipun sudah dipakai selama setahun di motor bebek Honda. Tapi substitusi pengereman tidak melulu jadi jalan terakhir mengatasi rem yang kurang menggigit. Penyakit rem yang memble bisa juga berasal dari sistem hidrolik saluran minyak rem.
Bikin Rem Cakram Motor Kembali Pakem
Apabila kampas rem belum habis dan belum mencapai setahun pemakaian, penyebab lainnya berasal dari sistem hidrolik. Bisa karena minyak rem yang berkurang atau saluran yang ‘masuk angin’. Masuk angin disini artinya di dalam saluran minyak rem tersusupi udara.
“Rem kalau digunakan sampai terlalu panas bikin minyak rem mendidih. Ini jadi penyebab ada udara yang berasal dari gelembung minyak rem yang mendidih tadi yang menahan dorongan minyak rem ke kaliper di selang. Bila masih belum parah, bisa dibuang dengan cara bleeding lewat kaliper,” jelas pria berkumis ini.
Aris menjelaskan, bleeding ini cukup mudah tapi harus hati-hati supaya tidak kemasukan udara lebih banyak karena caranya salah. Carmudian cukup siapkan kunci ring 8 untuk mengendurkan nipple di kaliper depan atau belakang. Putar berlawanan arah jarum jam sampai terlihat cairan minyak rem dari dalam akan keluar.
Untuk rem depan, tekan tuas rem sampai habis dan minyak rem meleleh keluar dari dalam nipple. Setelah itu, tahan tuas rem dan segera kencangkan mur pengunci nipple sampai rapat. Kocok tuas rem depan sampai terasa agak keras yang menandakan saluran rem sampai kaliper terisi penuh oleh minyak rem.
“Cara untuk rem belakang nggak jauh beda, kendurkan terlebih dahulu baut nipple sekitar 1/2 putaran supaya minyak rem bisa keluar. Selanjutnya, injak pedal rem sampai habis dan minyak rem keluar dari nipple. Sembari menahan pedal rem, kencangkan kembali baut nipple di kaliper belakang lalu kocok pedal rem sampai terasa tertahan dan membal,” tandasnya.

Share on Google Plus

About ali jaya service

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

TEXT OR IMAGE FOR MOBILE HERE